π Kurikulum Coding & AI di SMP Labschool Jakarta
Kurikulum memasukkan programming (coding) dan AI mulai sejak kelas 7, dengan pendekatan berbasis karakter dan inovasi, sesuai visi mencetak Pelajar Pancasila yang digital-savvy dan kritis
Model pembelajaran block-based programming (seperti Scratch/Blockly) yang kemudian berkembang ke Python/JavaScript sederhana, dipadukan konsep AI dasar seperti chatbot, klasifikasi, dan analisis sentimen
Implementasi dilakukan secara project-based learning; siswa bekerja dalam tim menciptakan aplikasi atau integrasi AI sederhana, dengan praktik kolaboratif dan berpikir kritis
π Dukungan Pemerintah & Industri
Pada 17 Juni 2025, Wapres Gibran Rakabuming Raka mengunjungi SMP Labschool Rawamangun untuk melihat langsung pelaksanaan coding & AI. Ia menekankan bahwa murid tidak hanya menjadi pengguna, tapi pencipta teknologi, dengan tetap mengutamakan critical thinking dan etika penggunaan AI
Kegiatan ini didukung oleh Microsoft Indonesia melalui program elevAIte Indonesia, yang menyasar pelatihan AI bagi satu juta pelajar serta penguatan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
π§π« Pelatihan Guru & Implementasi di Sekolah
Guru SMP Labschool Jakarta dilaporkan mengikuti pelatihan khusus dari pihak seperti PT. Teknolab Akademi Indonesia / AI Learning Lab, yang fokus pada:
Block‑based coding (Scratch, Blockly),
Pengenalan AI dan ML sederhana,
Pengembangan media ajar berbasis proyek,
Penekanan pada etika digital dan dampak sosial teknologi
Latihan ini mendukung integrasi coding dan AI dalam intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun program lintas-mata pelajaran seperti IPA dan Matematika.
✅ Ringkasan
Aspek
Detail
Tahap Pembelajaran
Mulai dari kelas 7, coding ke AI dasar
Pendekatan
Block‑based → teks (Python/JS), proyek berbasis kolaborasi
Platform / Tools
Scratch, Blockly, platform Minecraft Education, Python, AI mini apps
Fasilitator & Pendukung
Microsoft Indonesia, AI Learning Lab, Kemdikbud, UNJ
Keterlibatan Pemimpin
Kunjungan Wapres, dorongan pembinaan literasi teknologi & etika AI
Bagaimana Anda bisa membantu siswa?
Motivasi siswa untuk ikut program robotik, ekstrakurikuler coding, maupun proyek berbasis AI dan Minecraft Education seperti yang dipraktikkan Labschool.
Dukung guru dalam pengembangan RPP atau modul untuk coding & AI berbasis proyek.
Gunakan platform pembelajaran interaktif yang efektif seperti Scratch (untuk logika & pemrograman visual), dan lanjut ke Python untuk konsep AI, seperti yang dicontohkan dalam kursus pengembangan guru
π£ Opini dari komunitas
Beberapa pendapat di Reddit memperingatkan agar jangan terlalu mengandalkan AI untuk jawaban instan—anak perlu membangun dasar logika, algoritma, dan problem solving terlebih dahulu. Tools AI sebaiknya digunakan sebagai penguat proses belajar, bukan sebagai jalan pintas
Komentar dari beberapa pihak
Kepala Sekolah - Dr. Yati Suwartini, M.Pd.
“Pembelajaran coding dan AI di SMP Labschool Jakarta mendapat respons yang sangat positif dari para siswa dan guru. Kami menggunakan pendekatan berbasis proyek seperti Minecraft untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kolaboratif, dan bermakna. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga dilatih berpikir kritis, mandiri, dan mampu menciptakan solusi nyata berbasis AI. Kami ingin siswa bukan hanya sebagai pengguna, tetapi menjadi pencipta teknologi yang bertanggung jawab secara etika.”
Guru Infomatika - Wijaya Kusumah
“Belajar informatika itu mudah, asalkan dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan. Di Labschool, saya lebih banyak bertindak sebagai fasilitator. Siswa saya dorong aktif membuat blog, presentasi, dan video terkait materi informatika. Kami juga menggunakan platform seperti Quizizz dan Scratch untuk membangun keterampilan berpikir logis, algoritmik, dan problem solving. Dengan pendekatan ini, siswa bisa belajar coding dan AI tidak hanya sebagai teori, tapi sebagai pengalaman nyata yang kreatif dan kolaboratif.”
Guru Informatika - Ramli Zainal
“Penerapan coding dan kecerdasan buatan (AI) di Labschool bukan sekadar pengenalan teknologi, tapi bagian dari upaya membentuk cara berpikir siswa yang logis, kreatif, dan solutif. Kami mengajarkan coding sejak kelas 7 secara bertahap, mulai dari block-based seperti Scratch hingga teks seperti Python. Dengan pendekatan berbasis proyek, siswa belajar bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah nyata. AI kami ajarkan melalui konsep dasar seperti klasifikasi gambar dan chatbot, tapi yang paling penting adalah siswa memahami tanggung jawab dan etika dalam menggunakannya.”
Siswa - Myisha Raniah Aqilah Syam 8B/26
“Awalnya saya kira coding itu sulit dan cuma untuk orang yang jago matematika. Tapi setelah belajar di kelas Informatika dan ikut proyek AI, saya jadi suka karena ternyata seru dan bisa dipelajari pelan-pelan. Kami pernah bikin chatbot sederhana dan main Minecraft sambil belajar logika pemrograman. Serunya lagi, kami kerja tim dan bisa bikin presentasi pakai video. Saya jadi lebih percaya diri dan sekarang pengin lanjut belajar Python. Menurut saya, AI itu bukan masa depan lagi—tapi masa kini, dan kita harus bisa pakai dengan bijak.”
Siswa - Naheelah Zerina Putri Awangga 8B/27
“Belajar coding dan AI di Labschool bikin aku jadi lebih semangat ikut pelajaran. Dulu aku belum tahu AI itu apa, tapi sekarang aku bisa bikin program sederhana yang bisa mengenali teks atau gambar. Kami juga pernah pakai Minecraft Education untuk bikin dunia virtual yang temanya perubahan iklim. Menurutku, cara belajar seperti ini bikin kita lebih aktif, kreatif, dan nggak gampang bosan. Aku juga belajar kalau teknologi itu punya dampak, jadi kita harus bijak waktu menggunakannya.”
Siswa - Amaira Qaireen Davelia
“Menurut aku, belajar coding dan AI di Labschool itu pengalaman yang keren banget. Aku jadi ngerti cara kerja teknologi yang sering kita pakai sehari-hari, kayak chatbot atau rekomendasi video. Di kelas, kita nggak cuma belajar teori, tapi langsung praktik—misalnya bikin program pakai Scratch atau Python dasar. Yang paling aku suka waktu kami disuruh bikin proyek AI bareng kelompok, karena selain belajar teknologinya, kita juga belajar kerja sama dan presentasi. Aku jadi lebih tertarik sama dunia teknologi dan pengin terus belajar coding ke level yang lebih tinggi.”
yay kerem
BalasHapusini gacor bgt
BalasHapusmantab
BalasHapusKerenn
BalasHapusKeren sekali cuy
BalasHapus